Selasa, 04 Oktober 2016

PENGERTIAN, CIRI, SYARAT DAN KEGUNAAN PARAGRAF

A. Pengertian Paragraf
Istilah paragraf sudah sering kita dengar, bahkan kita sering menggunakannya dalam percakapan maupun dalam praktik dan proses belajar mengajar. Namun bila ditanya apakah paragraf itu, maka jawaban yang didapat akan bervariasi, karena jawaban yang paling tepat sulit untuk ditentukan. Kemungkinan sebab kevariasian jawaban yang didapat bertolak dari suatu tinjauan yang berbeda. Hal ini dapat dilihat pada beberapa batasan yang diberikan oleh beberapa ahli berikut ini.
Barnet dalam Djago Tarigan (1991:10-11) mendefinisikan bahwa paragraf merupakan seperangkat kalimat berkaitan satu sama lainnya. Sedangkan Djago Tarigan sendiri berpendapat, paragraf adalah seperangkat kalimat yang tersusun logis sistematis dari satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan karangan. Pengertian paragraf menurut Adjat Sakri (1992:35) merupakan satuan terkecil sebuah karangan, isinya membentuk satuan pikiran sebagai bagian dari pesan yang disampaikan oleh penulis dalam karangannya. Sama dengan yang diungkapkan Kuntoro (2008:153) yang menyatakan bahwa paragraf merupakan bagian karangan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Lain lagi dengan yang diungkapkan Ahmadi (1991:1) yang menyatakan bahwa paragraf adalah sekumpulan kalimat yang merupakan pengembangan dan ilustrasi dari sebuah paragraf “pikiran atau gagasan utama” (main idea). Sedangkan menurut Arifin dan Tasai (1995:121) mengemukakan bahwa paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Hal yang sama diungkapkan Mustakim (2005:86) paragraf  merupakan rentetan kalimat tertulis yang berkaitan yang berbicara tentang satu gagasan. Pengertian paragraf menurut Akhadiah dkk. (1996:144) merupakan inti penuangan buah pikiran sebuah karangan. Berbeda dengan pendapat Walija (1996:63) menurut beliau alinea bukanlah sekedar kalimat atau kumpulan kalimat yang ditulis sekelompok, tetapi merupakan kesatuan pikiran atau ide. 
Paragraf bukanlah karangan sepenuhnya, hanya saja sebagian dari seluruh karangan. Meskipun begitu, menurut Mustakim (1994:32) sebuah paragraf sudah merupakan satu sajian informasi yang bulat-utuh, maka dalam bahasa Inggris paragraf juga disebut sebagai thinking unit (kesatuan pikiran). Jadi dapat dikatakan paragraf adalah karangan yang paling pendek atau singkat.
Berdasarkan penjelasan di atas mengenai pengertian paragraf menurut para ahli, dengan demikian penulis menyimpulkan paragraf adalah seperangkat kalimat yang tersusun logis dan sistematis yang saling berkaitan dan merupakan satuan ide dan buah pikiran dalam sebuah karangan.

B. Ciri-Ciri Paragraf
Bila dilihat dari strukturnya, maka tidak ada batasan yang tepat untuk menentukan panjang dan pendeknya sebuah paragraf, karena panjang dan pendeknya sebuah paragraf bergantung pada banyaknya kalimat yang akan dikemukakan untuk mendukung ide pokok dalam paragraf tersebut. akan tetapi Chaedar Alwasilah dan Suzana Alwasilah (2007:120) berpendapat batas panjang alinea dalam tulisan akademik yakni 200-250 kata, dan setiap kalimat tidak boleh lebih dari 19 kata.
Sebuah paragraf dapat ditandai dengan melalui kalimat pertama agak menjorok ke dalam dari margin kiri dan selalu mulai dari garis baru. Dengan demikian paragraf mudah dibaca dan setiap paragraf berisi satu pikiran, gagasan atau tema. Jika satu paragraf berisi dua tema maka paragraf itu harus dipecah menjadi dua paragraf, karena tidak termasuk syarat-syarat paragraf yang baik. Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan Margaret J. Miller dalam Anwar (2004:123) yang menyatakan bahwa sebagaimana halnya suatu kalimat harus mempunyai kesatuan pikiran (unity of thought), begitu juga suatu paragraf harus mempunyai satuan pokok acara atau topik (unity of topic).

C. Syarat-Syarat Pembentukan Paragraf
Secara umum dikatakan suatu paragraf menjadi efektif apabila telah memenuhi syarat-syarat paragraf yang baik, karena paragraf yang disusun dengan baik, maka akan menghasilkan paragraf yang baik juga. Setiap efektivitas suatu paragraf dapat ditentukan dari bagaimana paragraf itu diatur dan difungsikan untuk mencapai tujuannya di dalam keseluruhan komposisi dan dalam sebuah paragraf hanya terdapat satu pikiran atau gagasan.
Frank Chaplen dalam bukunya “Paragraph Writing” dalam Anwar (2004:123) berpendapat, sebuah paragraf dalam berita atau tulisan barulah dapat dikatakan baik apabila pembaca sepenuhnya mengerti kesatuan informasi atau unit of information yang terkandung di dalamnya, dan apabila gagasan yang mengendalikannya atau ‘controling idea’ sepenuhnya diperkembangkan.
Menurut pendapat Arifin dan Tasai (1995:122) paragraf yang baik harus memiliki dua ketentuan, yaitu kesatuan paragraf dan kepaduan paragraf. Oleh karena itu, kalimat-kalimat yang membangun suatu paragraf harus disusun secara cermat agar ide pokok paragraf itu saling berkaitan dan menjadi kesatuan yang bulat utuh, karena kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan atau kata-kata pengait antarkalimat.
Syarat paragraf yang baik dijelaskan maksud dan cara pengembangannya. Kalimat utama yang menyatakan isi paragraf secara umum dijelaskan atau dijabarkan dengan kalimat-kalimat penjelas yang khusus dan konkret. Dengan demikian pikiran utama menjadi jelas karena adanya perincian-perincian tersebut.
Rangkaian struktur sebuah paragraf terdiri atas sebuah kalimat topik dan beberapa kalimat penjelas. Dengan kata lain, dalam sebuah karangan suatu paragraf yang dibangun dari setiap kalimat-kalimat itu harus saling mendukung, saling menunjang, dan saling berhubungan, karena topik paragraf adalah pikiran utama dalam sebuah paragraf.
Menurut Syafi’ie (1990:136) menyatakan bahwa paragraf yang baik harus memenuhi tiga syarat, yaitu kesatuan, koherensi, dan kelengkapan. Sebuah paragraf dikatakan memenuhi kesatuan yang baik jika kalimat yang membangunnya hanya menyatakan satu pikiran atau gagasan pokok, sedangkan koherensi ialah kepaduan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain dan kelengkapan ialah rincian pikiran pokok ke dalam pikiran-pikiran penjelas dan pengurutannya secara teratur.
            Sebuah paragraf dikatakan efektif bila paragraf tersebut dikembangkan dengan baik. Dalam pengembangan paragraf kita harus menyajikan dan mengorganisasikan gagasan menjadi satu paragraf yang memenuhi suatu persyaratan, di antaranya kesatuan, kepaduan dan kelengkapan.
Contoh:
1. Paragraf yang kurang baik
            David Beckham adalah seorang pemain sepak bola yang sukses. Kehidupan David Beckham selalu bergelimangan kekayaan dan kepopuleran. David Beckham masih terikat kontrak dengan Real Madrid sampai Juni 2007. David Becham sudah mengumumkan secara resmi kepindahannya ke LA Galaxy di liga Amerika Serikat. David Beckham sudah meneken kontrak transfer 250 juta dolar AS. David Beckham banyak mendapatkan kritikan dan laporan di berbagai media masa. Masalah ini tetap membuat nama David Beckham popular dan menjadi buah bibir di jagat persepakbolaan dunia. (Kuntoro, 2008:153)

            Pada paragraf 1 di atas, tidak termasuk paragraf yang baik. Karena antara kalimat yang satu dengan yang lainnya tidak terangkai dengan baik, selain pengurutannya terlihat tidak teratur, paragraf di atas juga tidak berpautan karena tidak terdapat kata transisi yang menghubungkan antarkalimat sehingga kalimat yang satu dengan yang lainnya tidak padu, dan pikiran penjelas yang digunakan tidak menunjang pikiran utama, sehingga membingungkan pembaca. Pada paragraf di atas juga tidak digunakan kata ganti pada kalimat penjelas yang menunjang keterpaduan dengan kalimat utama.
2. Paragraf yang baik
            David Beckham adalah seorang pemain sepak bola yang sukses. Kehidupan, suami Victoria Becham ini selalu bergelimpangan kekayaan dan kepopuleran. Walaupun masih terikat kontrak dengan Real Madrid sampai Juni 2007, mantan kapten Inggris ini sudah mengumumkan secara resmi kepindahannya ke LA Galaxy di liga Amerika Serikat. Bahkan, pemain yang memiliki tendangan jarak jauh yang mematikan lawan ini sudah meneken kontrak transfer 250 juta dolar AS. Selain menerima gaji 250 juta euro per tahun hingga Juni 2007 dari Real Madrid, ia juga akan menerima 250 juta dolar AS dar LA Galaxy. Akibat pemberitahuan ini, lelaki yang pernah berselisih dengan pelatihnya di Manchester United ini banyak mendapatkan kritikan dan laporan tidak sedap tentang dirinya di berbagai media masa, tetapi ayah dai Brooklyn, Romeo, dan Cruz ini tetap menjadi pemain sepak bola yang terpopuler dan menjadi buah bibir di jagat persepakbolaan dunia. (Kuntoro, 2008:155)

            Pada paragraf 2 di atas, kalimat-kalimat terangkai dengan baik, sehingga mudah dipahami dan memenuhi persyaratan paragraf yang baik juga. Karena terdapat kesatuan, kepaduan, dan kelengkapan. Digunakan juga kata ganti pada penggunaan nama David Beckham, untuk menunjang keterpaduan dengan kalimat utama, dan kata transisi untuk menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain, sehingga terdapat keterpaduan antar kalimat. 

D. Kegunaan Paragraf
Mengapa harus ada paragraf? Jawabannya sederhana, yaitu agar apa yang ingin kita sampaikan kepada pembaca dapat ditangkap dengan mudah dan jelas. Mempelajari paragraf merupakan hal yang sangat penting bagi para penulis pemula yang belum banyak pengalamannya, terutama jika ia merasa kesulitan untuk menuangkan dan mengembangkan gagasannya. Anwar (2004:123) berpendapat, menulis paragraf berarti mendisiplin diri untuk mengutarakan pikiran dalam bahasa yang terang dan jernih.
Kegunaan paragraf sendiri menurut pendapat Akhadiah dkk. (1996:144) yang utama adalah untuk menandai pembukaan topik baru, atau pengembangan lebih lanjut topik sebelumnya. Dengan kata lain kegunaan dari paragraf adalah untuk menambah hal-hal yang penting atau mengembangkan apa yang telah dikemukakan sebelumnya.
Dengan adanya paragraf, kita dapat mengetahui di mana suatu gagasan dimulai dan berakhir, karena paragraf merupakan sekelompok kalimat yang saling berkaitan dan yang mengembangkan suatu gagasan, setiap paragraf hanya memiliki satu pikiran atau gagasan. Kalimat-kalimat yang disusun menurut aturan-aturan tertentu dalam paragraf makna yang dikandungnya dapat dibatasi, dikembangkan dan diperjelas.

E. Jenis-Jenis Paragraf
            Berdasarkan tujuannya, paragraf dapat dibedakan menjadi paragraf pembukaan yang berperan sebagai pengantar untuk sampai kepada suatu masalah yang akan diuraikan, kemudian paragraf penghubung yang berperan mengemukakan masalah yang diuraikan dan setiap paragraf harus saling berhubungan secara logis atau disebut juga sebagai paragraf pengembang yang terletak di antara paragraf pembuka dan paragraf penutup, sedangkan paragraf penutup yang berperan mengakhiri sebuah karangan dan biasanya berisi kesimpulan dan penegasan kembali hal-hal penting yang terdapat dalam paragraf.
            Menurut Syafi’ie (1990:129) unsur paragraf itu ada empat macam, yaitu transisi, kalimat topik, kalimat pengembang, dan kalimat penegas. Dalam pengembangan paragraf, unsur paragraf ini berfungsi untuk membangun dan mengatur paragraf agar tersusun secara logis dan sistematis.
Contoh:
Sebaliknya, di rumah, Pak Ali sering marah-marah. Sarapan pagi yang terlambat dihidangkan apalagi dalam keadaan dingin ia langsung memukul-mukul meja makan sambil memaki-maki pelayan dapur. Kamar tidur tidak bersih giliran pelayan kamar kena omelan. Bila letak buku atau surat-surat berubah dari tempat semula maka ia langsung menegur istri atau anaknya. Kalau pekarangan mobil tidak bersih alamat pelayan taman kena “semprot”. Boleh kata Pak Ali melampiaskan marahnya setiap ada yang tidak beres di rumah. (Tarigan, 1991:14)

Pada paragraf di atas, kata “sebaliknya” merupakan kata transisi, yang kemudian dilanjutkan dengan “Pak Ali sering marah-marah” yang berperan sebagai kalimat topik, kemudian kalimat topik tersebut dikembangkan dengan kalimat-kalimat penjelas yang disusun secara logis, dan dilanjutkan dengan kalimat “Boleh kata Pak Ali melampiaskan marahnya setiap ada yang tidak beres di rumah” yang berperan sebagai kalimat penegas.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

DAFTAR PUSTAKA


Akhadiah, Sabarti. 1998. Pembinaan dan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta : Glora Aksara Pertama.

_______, dkk. 1996. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.

Anwar, Rosihan. 2004. Bahasa Jurnalistik Indonesia dan Komposisi. Jakarta : Media Abadi.

Arifin, E. Zaenal dan Tasai. S. Amran. 1995. Cermat berbahasa Indonesia, Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta : Akademi Pressindo.

Arikunto, Suharsimi. 2003. Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

M. Kuntoro, Niknik. 2008. Cermat dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir. Jakarta : Mitra Wacana Media.

Mustakim. 1994. Membina kemampuan Berbahasa, Panduan Ke Arah Kemahiran Berbahasa. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Mustakim, Zenal Arifin. 2005. Bahasa Indonesia Bagi Sekertaris. Jakarta : Grasindo.

Sakri, Adjat. 1992. Bangun Paragraf Bahasa Indonesia. Bandung : IPB Bandung.

Semi, M. Atar. 1995. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung : Mugantara.

Sudarno.  dan A. Rahman, Eman. 1992. Terampil Berbahasa Indonesia. Jakarta : PT. Hikmat Syahid Indah.

Syafi’ie, Imam. 1990. Bahasa Indonesia Profesi. Malang : IKIP Malang.

Tarigan, Djago. 1991. Membina keterampilan Menulis Paragraf dan Pengembangannya. Bandung : Angkasa.

Tukan, P. 2006. Mahir Berbahasa Indonesia 3, SMA Kelas XII Program Bahasa. Jakarta : Yudistira.

Walija. 1996. Komposisi, Mengolah Gagasan Menjadi Karangan. Jakarta : Penebar Aksara.


1 komentar:

  1. Casinos Near Harrah's Cherokee Casino, NC - MapYRO
    Closest casinos to 목포 출장마사지 Harrah's Cherokee Casino, 거제 출장마사지 NC. and Harrah's Cherokee Casino 과천 출장마사지 in Murphy. Casino is near 경산 출장샵 Harrah's Cherokee Casino. 삼척 출장안마

    BalasHapus